Blaming itu mudah

“Sal, bagaimana jika orang yg homeschool ikut-ikut kamu, trus pendidikannya gagal dan tidak berhasil?”

Saya hanya menjawab dengan senyuman saran itu, dan menerima dengan hati terbuka bahwa pesan “sahabat” itu sangat perlu diterima apapun rasanya, telan saja. Sambil berusaha mengingat-ingat, apa iya saya pernah mengajak orang untuk homeschool? hanya seingat saya…. setiap orang yang bertanya tentang metode pendidikan ini, kami tidak menganggap bahwa ini sebuah kebenaran untuk semua orang, karena kami sadar metode inilah yang saat ini paling nyaman kami jalankan, (underline : saat ini).

Dalam sharing keluarga tentang homeschool, pun kami hanya menjelaskan pada orang yang bertanya dan tertarik berdikusi tentang metode ini, sebagian karena melihat aktifitas keluarga kami yang kebetulan kami publish di sosmed yang kami pun anggap sebagai laporan portofolio anak-anak, tidak seperti sedang menjual sebuah produk berlabel homeschool, lalu berujung pada sebuah bisnis pendidikan seperti bimbel atau flexischool yang lalu kami dapat komisi dari situ, sperti bisnis-bisnis kebanyakan, walaupun itu halal.

Teman-teman, silahkan tidak percaya….baik Homeschool ataupun sekolah, jika mindset kita sebagai orangtua masih belum tau makhluk jenis apa anak-anak kita, maka komunikasi dalam keluarga hanya mirip pesawat luar angkasa yang dipenuhi makhluk antar planet. Tidak perlu mengulang sejarah jika anda salah jurusan, lalu menyalahkan lingkungan atau orangtua, karena semakin anda menjadikan diri anda sebagai korban, maka masa depan anda semakin suram.

Pendidikan itu akan menjadi indah prosesnya, jika kita tau anak-anak kita mau belajar apa untuk bekal profesi masa depannya, (kembali di underline : Profesi) lalu kita bisa support keinginan tersebut, baik dengan cara sekolah ataupun tidak, yang penting anak PASTI tetap belajar, KARENA itu naluri, sejatinya tugas kita sebagai orangtua dalam pendidikan itu “bimbing dan bombong”.

Jadi, kalaupun merasa diajak, maka keputusan untuk bersedia diajak adalah sebuah kesadaran, maka bertanggung jawablah pada keputusan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *